× -language-

×

view_list1.png Article     view_masonry.png Gallery     view_list2.png Videos    
×
  • url:
×
×
×
5 0 0 0 0 0
5
   ic_mode_dark.png

Di tengah ketidakpastian global, para miliarder dunia mulai memutar haluan ke sektor yang dulu dianggap sederhana: pertanian dan peternakan. Bukan tanpa alasan, langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap ancaman krisis pangan, sekaligus memanfaatkan potensi besar sektor agribisnis sebagai investasi jangka panjang yang stabil dan menguntungkan.

Beberapa tokoh besar dunia dari berbagai sektor teknologi kini tercatat aktif berinvestasi di bidang agribisnis. Di antaranya:

Pendiri Alibaba, Jack Ma, sempat menghilang dari publik pasca konflik dengan otoritas China. Namun kini, ia kembali muncul dengan fokus baru: pertanian dan perikanan. Jack Ma diketahui menanamkan modal sekitar Rp232 miliar ke dalam startup bernama 1.8 Meters Marine Technology (Zhejiang). Perusahaan ini bergerak di bidang pengolahan dan penjualan produk pertanian serta hasil laut.

Tidak hanya itu, pada tahun 2022, Jack Ma juga melakukan kunjungan ke Wageningen University & Research (WUR) di Belanda, universitas terkemuka dunia dalam bidang pertanian berkelanjutan—untuk mempelajari teknologi agrikultur modern.

CEO Meta, Mark Zuckerberg, juga tak ketinggalan. Ia memiliki lebih dari 1.500 hektar lahan pertanian, yang digunakan untuk berbagai aktivitas agrikultur seperti peternakan, pembibitan, serta penanaman jahe dan kunyit organik. Bersama istrinya, Priscilla Chan, Zuckerberg mengembangkan sistem pertanian berkelanjutan berbasis teknologi modern.

Selain Jack Ma dan Zuckerberg, nama-nama seperti Warren Buffet, Bill Gates, dan Jeff Bezos juga tercatat melakukan investasi di bidang pertanian dan perkebunan. Bill Gates bahkan diketahui sebagai salah satu pemilik lahan pertanian terbesar di Amerika Serikat.

Fenomena Global dan Implikasi Bisnis

Masuknya para konglomerat dunia ke sektor agribisnis menandakan bahwa industri ini tak bisa lagi dipandang sebelah mata. Dengan bantuan otomatisasi, kecerdasan buatan, analisis data cuaca, hingga sistem pertanian presisi, pertanian kini menjelma menjadi sektor yang high-tech dan menjanjikan keuntungan besar di masa depan.

Sumber: Kompasiana (Diolah)

❮ previous
next ❯
infodunia
+

banner_jasaps_250x250.png
<<
login/register to comment
×
  • ic_write_new.png expos
  • ic_share.png share
  • ic_order.png order
  • sound.png malsAI
  • view_masonry.png grid
  • ic_mode_dark.png night
× share
    ic_posgar2.png x.png tg.png wa.png link.png
  • url:
× order
ic_write_new.png ic_share.png ic_order.png sound.png view_grid.png ic_mode_dark.png ic_other.png
+
ic_argumen.png