× -bahasa-

×

view_list1.png Artikel     view_masonry.png Galeri     view_list2.png Video    
×
  • url:
×
×
×
3 0 0 0 0 0
3
   ic_mode_light.png

Fenomena mengejutkan tengah terjadi di planet ini. Para ilmuwan memperingatkan bahwa gelombang panas laut (marine heatwave) berskala raksasa kini membentang di hampir seluruh Samudra Pasifik, dari pantai Jepang hingga Amerika Serikat bagian barat. Kondisi ekstrem ini disebut sebagai yang terluas dan terpanas dalam sejarah pengamatan modern.

Menurut laporan terbaru dari The Guardian (5 Juni 2025) dan data dari Reuters, anomali suhu permukaan laut mencapai tingkat yang belum pernah tercatat sebelumnya. Wilayah laut yang terdampak membentang hingga lebih dari 40 juta kilometer persegi — setara dengan lima kali luas Australia. Para ilmuwan menegaskan bahwa situasi ini merupakan tanda nyata dari percepatan krisis iklim global.

Fenomena ini dikenal dengan istilah “The Blob”, yakni area luas di Samudra Pasifik yang suhunya meningkat hingga 3 derajat Celcius di atas rata-rata normal. Fenomena serupa pernah terjadi pada tahun 2014–2016, namun kali ini skalanya jauh lebih besar dan intens. Data dari NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration) menunjukkan bahwa pemanasan ini berpotensi memengaruhi pola cuaca global, memperkuat badai, dan memperburuk kekeringan di berbagai wilayah dunia.

Selain mengacaukan iklim, gelombang panas laut ini juga menimbulkan ancaman besar bagi ekosistem laut. Peningkatan suhu ekstrem menyebabkan kematian massal plankton, ikan, hingga terumbu karang, yang merupakan penopang utama rantai makanan laut. Beberapa laporan dari California hingga Pasifik Tengah sudah mencatat migrasi besar-besaran spesies laut yang mencari perairan yang lebih dingin.

“Ini bukan hanya fenomena sementara, tapi sinyal bahaya nyata tentang apa yang sedang terjadi dengan planet kita,” kata Dr. Maria Schmidt, peneliti kelautan dari University of California, yang dikutip oleh The Guardian. Ia menambahkan bahwa efek “The Blob” dapat bertahan berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, dan akan semakin mempercepat pemanasan global jika tidak ada tindakan drastis untuk mengurangi emisi karbon.

Para ahli juga memperingatkan bahwa efek domino dari pemanasan laut ini bisa sangat luas: mulai dari penurunan hasil tangkapan ikan, perubahan curah hujan di Asia Tenggara dan Amerika, hingga meningkatnya potensi badai tropis di Pasifik. Suhu laut yang lebih hangat memberikan lebih banyak energi untuk badai, yang berarti hujan ekstrem dan banjir besar bisa terjadi lebih sering.

Laporan Reuters menyebutkan bahwa kawasan barat daya Pasifik termasuk Filipina, Papua Nugini, dan kepulauan Pasifik kecil, kini menghadapi risiko tinggi terhadap kerusakan terumbu karang dan berkurangnya hasil laut yang menjadi sumber pangan utama masyarakat pesisir.

Kondisi ini menjadi peringatan keras bagi dunia bahwa krisis iklim bukan lagi ancaman masa depan — melainkan kenyataan hari ini. Laut yang seharusnya menjadi pengatur suhu Bumi kini justru menyimpan panas berlebih, memicu ketidakseimbangan besar dalam sistem cuaca global.

Para ilmuwan menyerukan agar negara-negara memperkuat komitmen terhadap pengurangan emisi, investasi dalam energi bersih, dan perlindungan ekosistem laut. “Samudra adalah paru-paru kedua Bumi. Jika laut kita terus memanas seperti ini, seluruh kehidupan di planet ini akan ikut tercekik,” ujar Schmidt.

Sumber:
The Guardian (5 Juni 2025): “Marine heatwave found to have engulfed area of ocean five times the size of Australia”
Reuters (5 Juni 2025): “Southwest Pacific hit by unprecedented marine heat waves in 2024, UN says”
NOAA OceanWatch Reports (2025)

#KrisisIklim #MarineHeatwave #TheBlob #SamudraPasifik #PemanasanGlobal #PerubahanIklim #NOAA #TheGuardian #Reuters #LautMendidih #LingkunganHidup #BumiKita

❮ sebelumnya
selanjutnya ❯
infodunia
+

banner_jasaps_250x250.png
<<
login/register to comment
×
  • ic_write_new.png expos
  • ic_share.png bagikan
  • ic_order.png urutan
  • sound.png malsAI
  • view_masonry.png grid
  • ic_mode_light.png light
× bagikan
    ic_posgar2.png x.png tg.png wa.png link.png
  • url:
× urutan
ic_write_new.png ic_share.png ic_order.png sound.png view_grid.png ic_mode_light.png ic_other.png
+
ic_argumen.png

Belum ada argumen, jadilah yang pertama