× -bahasa-

×

view_list1.png Artikel     view_masonry.png Galeri     view_list2.png Video    
×
  • url:
×
×
×
5 0 0 0 0 0
5
   ic_mode_light.png
Tokyo – Jepang kini menghadapi tantangan demografis yang semakin serius setelah laporan terbaru menunjukkan bahwa negara tersebut memiliki hampir 10 juta rumah kosong. Fenomena yang dikenal sebagai akiya ini kembali menjadi sorotan publik dan pemerintah karena mencerminkan kombinasi masalah populasi menurun, urbanisasi yang tidak merata, serta tingginya jumlah penduduk lanjut usia.



Menurut Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang (MIC) dalam Survei Perumahan dan Tanah terbaru, tercatat sekitar 9 juta rumah kosong pada tahun 2023, atau sekitar 13,8 persen dari seluruh properti tempat tinggal di negara itu. Angka ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah dan diperkirakan akan terus meningkat dalam dekade mendatang.



Lembaga riset terkemuka Nomura Research Institute (NRI) juga memproyeksikan bahwa jumlah rumah kosong dapat melonjak hingga lebih dari 30 persen dari total perumahan Jepang pada tahun 2033 apabila tren kelahiran rendah dan penuaan penduduk tidak membaik.



Pakar demografi menyebutkan bahwa rumah-rumah kosong ini tersebar luas di pedesaan serta kota-kota kecil yang mengalami migrasi penduduk muda ke wilayah metropolitan seperti Tokyo, Osaka, dan Nagoya. Selain akibat perpindahan penduduk, banyak rumah dibiarkan kosong setelah pemiliknya meninggal dunia tanpa ada ahli waris yang ingin atau mampu merawatnya.



Pemerintah Jepang telah berupaya mengatasi masalah ini dengan berbagai program, termasuk Akiya Bank, yaitu sistem daftar rumah kosong yang dijual dengan harga sangat murah atau bahkan ditawarkan secara gratis. Namun, tantangan struktural seperti depresiasi nilai properti di daerah terpencil, biaya renovasi tinggi, serta akses transportasi yang terbatas membuat program tersebut belum menunjukkan dampak signifikan.



Selain menimbulkan masalah ekonomi dan demografis, tingginya jumlah rumah kosong juga memicu kekhawatiran soal keselamatan lingkungan. Rumah-rumah tak terawat berpotensi mengalami kerusakan struktur, menjadi sumber kebakaran, hingga menimbulkan bahaya kesehatan.



Para analis menilai bahwa fenomena ini akan terus menjadi isu nasional Jepang selama tren penurunan populasi tidak menunjukkan pemulihan. Pemerintah pusat dan daerah kini didorong untuk merancang kebijakan yang lebih agresif dalam menghidupkan kembali kawasan yang ditinggalkan sekaligus menarik keluarga muda untuk menetap di wilayah tersebut.



Sumber Resmi:



Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang (MIC) – Survei Perumahan dan Tanah 2023



Nomura Research Institute (NRI) – Proyeksi Kepadatan Hunian Jepang



Badan Kependudukan Jepang – Statistik Populasi dan Penuaan Penduduk



#Jepang

#Akiya

#RumahKosong

#PopulationDecline

#BeritaDunia

#DemografiJepang
❮ sebelumnya
selanjutnya ❯
infodunia
+

banner_jasaps_250x250.png
<<
login/register to comment
×
  • ic_write_new.png expos
  • ic_share.png bagikan
  • ic_order.png urutan
  • sound.png malsAI
  • view_masonry.png grid
  • ic_mode_light.png light
× bagikan
    ic_posgar2.png x.png tg.png wa.png link.png
  • url:
× urutan
ic_write_new.png ic_share.png ic_order.png sound.png view_grid.png ic_mode_light.png ic_other.png
+
ic_argumen.png

Belum ada argumen, jadilah yang pertama