× -bahasa-

×

view_list1.png Artikel     view_masonry.png Galeri     view_list2.png Video    
×
  • url:
×
×
×
4 0 0 0 0 0
4
   ic_mode_light.png

Di tengah dinamika geopolitik global, sebuah transformasi besar sedang terjadi di jantung Federasi Rusia. Bukan soal militer atau energi, melainkan soal sistem keuangan. Rusia secara resmi telah meluncurkan program perintis perbankan Islam (atau dikenal di sana sebagai Partnership Financing) di empat wilayah dengan populasi Muslim terbesar: Tatarstan, Bashkortostan, Chechnya, dan Dagestan.

​Langkah ini bukan sekadar eksperimen semalam, melainkan strategi jangka panjang yang menandai babak baru ekonomi Rusia.

​Mengapa Sekarang?

​Ada dua faktor utama yang mendorong Presiden Vladimir Putin menandatangani undang-undang perbankan syariah ini:

​Demografi yang Tak Bisa Diabaikan: Dengan populasi Muslim yang mencapai lebih dari 20 juta jiwa dan terus tumbuh, ada kebutuhan mendesak akan layanan keuangan yang selaras dengan nilai-nilai agama mereka—yakni tanpa riba (bunga), spekulasi berlebih (maysir), dan investasi pada sektor non-halal.

​Pintu Gerbang Investasi Timur: Akibat sanksi ekonomi dari Barat, Rusia kini mengalihkan pandangannya ke Timur dan Selatan. Perbankan syariah menjadi "karpet merah" bagi investor dari negara-negara kaya di Timur Tengah dan Asia Tenggara yang mencari pelabuhan investasi yang aman dan sesuai prinsip syariah.

​Bagaimana Cara Kerjanya di Rusia?

​Di bawah pengawasan Bank Sentral Rusia, sistem ini tidak beroperasi dengan bunga. Sebagai gantinya, mereka menggunakan prinsip:

• ​Bagi Hasil: Keuntungan dan risiko ditanggung bersama antara bank dan nasabah.

•​ Pembiayaan Berbasis Aset: Bank membeli barang (seperti rumah atau mobil) dan menjualnya kembali kepada nasabah dengan margin keuntungan yang disepakati (Murabahah).

• ​Investasi Etis: Larangan keras mendanai industri alkohol, tembakau, perjudian, atau babi.

​Masa Depan: Dari Wilayah Terpencil ke Seluruh Rusia

​Awalnya direncanakan hanya selama dua tahun, pemerintah Rusia baru saja mengambil langkah lebih jauh dengan memperpanjang masa uji coba hingga September 2028. Ini menunjukkan bahwa hasil awal dari empat wilayah tersebut memberikan sinyal positif bagi stabilitas ekonomi lokal.

​Jika eksperimen ini sukses, Moskow berencana untuk menerapkan sistem ini secara nasional. Ini akan menjadikan Rusia sebagai salah satu negara non-Muslim dengan infrastruktur keuangan Islam yang paling maju di dunia, bersaing dengan pusat keuangan seperti London atau Singapura.

​"Ini bukan sekadar tentang agama, ini tentang menciptakan sistem keuangan yang lebih adil, transparan, dan tahan terhadap krisis."

​Perbankan syariah di Rusia bukan lagi sekadar wacana. Ia adalah instrumen ekonomi yang strategis. Dengan memadukan kebutuhan populasi domestik dan diplomasi ekonomi internasional, Rusia sedang membuktikan bahwa "keuangan tanpa bunga" bisa menjadi mesin pertumbuhan baru di tanah Slavia.

❮ sebelumnya
selanjutnya ❯
infodunia
+

banner_jasaps_250x250.png
<<
login/register to comment
×
  • ic_write_new.png expos
  • ic_share.png bagikan
  • ic_order.png urutan
  • sound.png malsAI
  • view_masonry.png grid
  • ic_mode_light.png light
× bagikan
    ic_posgar2.png x.png tg.png wa.png link.png
  • url:
× urutan
ic_write_new.png ic_share.png ic_order.png sound.png view_grid.png ic_mode_light.png ic_other.png
+
ic_argumen.png

Belum ada argumen, jadilah yang pertama