0%
×

-bahasa-

Selamat datang di POSGAR.com bagikan dan dapatkan informasi menarik dari netizen untuk netizen dan oleh netizen ;D #demokreasi #infodunia #infosegar #posgar
×

×

  • url:
×

×

×

4 0 0 0 0 0
4
*
4

MENIKAH DENGAN DOSEN Part 1-6

Judul: MENIKAH DENGAN DOSEN
Cast: Kim Taehyung x Lee Jena
Genre: Komedi - Mature? - Drama - Romance - Konflik


Prolog+Part.1. . .


Kim Taehyung : Pria tampan berusia 26 tahun. Ia adalah salah satu dosen di Universitas Bright in Seoul yang sangat terkenal. Parasnya yang tampan membuat banyak para gadis tertarik dengannya. Walaupun masih muda, ia sudah mendapat banyak penghargaan dan menjadi seorang dosen merupakan cita-citanya. Taehyung mengambil mata kuliah Biologi.
Kini, ia sudah menikah dengan seorang gadis bernama Lee Jena. Pernikahan tanpa cinta dan terjadi hanya karena kesalahpahaman.
2 bulan yang lalu, saat pulang dari kampus. Taehyung melihat Jena sedang di kejar beberapa orang pria, yang ingin melecehkannya. Taehyung menolong gadis itu dan bersembunyi di semak-semak. Tapi sayangnya, perbuatan baiknya itu malah membuatnya di tuduh ingin melecehkan Jena. Ia di paksa untuk menikahi gadis itu.
Jena tidak buka suara, ia hanya menangis. Walaupun sudah menjelaskan kejadian sebenarnya, tetap saja tidak ada yang percaya. Dengan berat hati Taehyung harus menerima pernikahan itu.
Jena masih berusia 18 tahun. Dia gadis yang keras kepala tapi kadang lembut. Suasana hatinya tidak bisa di tebak karena selalu berubah-ubah.
. . .
Pukul 06:00 pagi...
[KEDIAMAN TAEHYUNG]
"Jena, hoy! Bangunlah. Ini sudah pagi!" goyangan pelan di bahu Jena membuat gadis itu terbangun.
"Eungh.. Bentar lagi pak,"
"Pak, pak, aku bukan bapak-bapak yah! Ayo bangun atau aku siram pake air panas biar melepuh sekalian." omel Taehyung membuat gadis itu segera bangun walaupun ia malas.
Jena bergeser mendekati Taehyung sambil mengalungkan tangannya di leher pria itu. "Morning kiss,"
"Sana, morning kiss aja sama cicak. Udah ayo mandi!" Taehyung melepas kedua tangan Jena lalu pergi begitu saja.
"Hilih, sok jual mahal. Padahal murah juga," gerutu Jena membuat Taehyung kembali menghampirinya.
"Bilang apa barusan?"
"Apa?" sahut Jena berpura-pura polos.
"Awas aja yah, sekali lagi aku denger. Siap-siap aja bibir kamu aku jahit." ucap Taehyung tapi Jena terlihat tidak peduli.
"Nyenyenyenye.."
"Sana mandi!" bentaknya dengan perintah.
"Iya bawel! Udah tua juga."
"APA!!"
Jena terkekeh melihat amarah di wajah suaminya itu. Dengan cepat ia berlari masuk ke dalam kamar mandi.
"Huft.. Sabar Taehyung sabar."
. . .
Skip . . .
Setelah selesai mandi dan bersiap-siap. Jena segera turun untuk sarapan.
Tap!
Tap!
Tap!
"Pak! Bapak!" panggil Jena berteriak. Setelah menikah ia tidak pernah memanggil Taehyung dengan panggilan romantis.
"Aku bukan bapak kamu yah!" sahut Taehyung dari meja makan.
"Yaudah, tas sekolah aku mana? Kok gk ada di kamar?"
"Udah aku buang,"
"Apa!! ITU--"
"Aku udah beliin yang baru. Sana ambil di ruang tengah." ucap Taehyung sambil menunjuk tas kulit yang ada di sofa ruang tengah.
Jena memayunkan bibirnya lalu segera mengambil tas sekolahnya itu.
"Arkhh!!" Jena berteriak karena kaget. Tas kulitnya memang bagus tapi gambarnya yang membuatnya kaget.
"Pak Dosen!! Kok tas aku gambarnya badak sih!" teriak Jena dari ruang tengah.
"Karena yang asli, yang ada badaknya!" sahut Taehyung tertawa lepas melihat Jena yang ingin menangis.
"Gila! Aku gk mau ke sekolah!!"
. . .


Part2


. . .
Jena kembali berlari ke kamarnya karena kesal.
Brak!
Di tutupnya pintu dengan kasar lalu melompat naik ke atas ranjang.
"Ikh! Kesel banget, masa iya aku pake tas gambarnya badak!! Ikh!!" Jena memekik kesal sambil memukul-mukul bantalnya.
Ceklek~~
Pintu terbuka. Tidak ada yang lain, itu Taehyung.
"Kok malah tiduran di kamar? Katanya tadi mau sekolah."
"Gk jadi! Aku gk mau ke sekolah." balas Jena tanpa berbalik menatap Taehyung.
"Ini, ayo pakailah tas badakmu." ejek Taehyung membuat Jena makin kesal.
"Sana pergi!!"
"Kau ini kenapa? Ini tasnya bagus lho. Ada gambar badaknya kan lucu, bukannya hewan kesukaan kamu badak yah?" Taehyung tidak berhenti mengejek istrinya itu. Ia tertawa puas melihat amarah di wajah Jena.
"Sana bodoh! Pergi dari sini!"
"APA?" Taehyung tiba-tiba kesal mendengar ucapan Jena yang mengatainya bodoh. Ia menghempas tas itu ke lantai lalu membalikan tubuh Jena dengan kasar.
"Kau bilang aku bodoh?" tatapan Taehyung yang sinis sama sekali tidak membuat Jena takut. Ia malah menarik Taehyung hingga tubuh pria itu berada di atasnya.
"Kenapa? Kau yang membuatku marah, jadi aku berkata sesuai perasaanku!"
"Terserah!" Taehyung berusaha bangun tapi Jena menahannya. Ia mendorong Taehyung ke sebelahnya untuk mengubah posisi mereka.
Pria itu hanya diam saja sambil menatap wajah Jena yang semakin mendekat padanya. Hidung mereka bersentuhan, nafas Jena benar-benar terasa di wajah Taehyung.
"Bibirmu sangat indah, apa aku boleh merasakannya?"
Gluk!
Taehyung menelan salivanya dengan susah. Ia mendorong gadis itu dan segera bangun.
"Cukup! Jika kau tidak ingin ke sekolah, terserah. Aku harus ke kampus sekarang." Taehyung merapihkan kemejanya lalu pergi begitu saja.
"Ish! Jual mahal banget sih! Aku hanya ingin menciumnya sebentar tapi dia selalu saja menolak!" gerutu Jena kesal. Selama menikah, mereka belum pernah melakukan hubungan suami-istri. Tidurnya memang seranjang tapi hanya tidur biasa, tidak lebih dari itu. Bahkan ciuman saja hanya sekali, itu pun saat upacara pernikahan mereka.
Setiap Jena ingin mencium Taehyung pasti pria itu menolak dan langsung pergi begitu saja.
"Apa nafasku bau yah?" ucap Jena sambil menghembuskan nafas dari mulutnya. "Tidak! Nafasku harum kok, hmm... Aku harus melakukan sesuatu."
Jena diam sejenak dan berpikir bagaimana caranya agar Taehyung mau menciumnya.
"Apa aku kasih dia obat perangsang aja yah?..." jeda Jena kembali berpikir.
"Tidak! Tidak! Nanti bisa-bisa terjadi sesuatu yang tidak di inginkan. Aku kan hanya ingin menciumnya." lanjutnya pelan.
"Hum... Aha! Aku punya ide sekarang," Jena tersenyum jahil. Ia mengangguk-angguk sambil tertawa kecil.
. . .


Part3


. . .
Skip . . .
Pukul 18:00 malam...
Kini Jena sudah bersiap di kamarnya. Ia menunggu Taehyung yang sebentar lagi pulang.
Tap!
Tap!
Tap!
Suara decakan langkah kaki terdengar mendekati kamar.
Ceklek~~
"Aku pulang!"
"Oppa!!" Jena bersikap semanis mungkin. Ia berlari ke arah Taehyung lalu mengambil tas kerjanya.
"Ada apa denganmu?"
"Oppa capek kan? Ayo duduk dulu." Jena menarik Taehyung ke tepi ranjang sambil melepaskan dasi dan sepatunya.
"Jena-ya, kau ini kenapa? Apa kau sakit? Atau otakmu hilang?" tanya Taehyung heran. Pasalnya Jena tidak seperti biasa, bahkan dia memanggil Taehyung dengan sebutan oppa bukan bapak lagi.
"Oppa tunggu di sini yah, aku ambilin minum dulu." ucapnya segera berlari ke dapur meninggalkan Taehyung dengan wajah penuh tanya.
. . .
Tap!
Tap!
Tap!
Jena menuruni anak tangga dengan cepat lalu menuju ke dapur.
Di ambilnya sebotol wisky dengan kadar alkohol yang cukup tinggi lalu di tuangkannya pada sebuah gelas. Tadi siang Jena membeli wisky itu.
. . .
Setelah selesai dengan pekerjaannya, Jena langsung buru-buru ke kamarnya.
Ceklek~~
"Oppa, ini minumanmu." ucap Jena sambil menyodorkan minuman itu.
"Apa ini?"
"Em, ini soda. Aku membelinya tadi siang di luar,"
Tanpa rasa curiga sama sekali, Taehyung langsung meminum alkohol tersebut.
"Arkhh... Kenapa rasanya seperti ini?" tanya Taehyung mengerutkan alisnya. Selama hidup ia belum pernah meminum alkohol karena baginya kesehatan tubuh itu sangat penting.
"Itu soda keluaran terbaru, jadi rasanya sedikit kuat." ucap Jena pelan.
Alkohol itu terlihat mulai bekerja, Taehyung meletakan gelas yang ia pegang ke atas nakas.
"Akh..." pria itu terbaring dengan kesadaran yang mulai perlahan hilang.
"Yes! Saatnya beraksi!" batin Jena merangkak naik ke atas ranjang.
"Oppa..." suara lembut Jena hanya bisa di balas dengan tatapan sayu Taehyung. Gadis itu mulai mendekatkan wajahnya sambil mengelus rahang Taehyung pelan.
"Eungh..."
"Sebenarnya aku tidak ingin memanggilnya oppa, itu terasa aneh. Tapi aku hanya akan memanggilnya malam ini saja,"
Gadis itu tersenyum menang. Tanpa menunggu lama lagi, ia langsung menyatuhkan bibirnya dengan Taehyung.
"Mphh..."
Merasakan aktivitas panas di bibirnya. Taehyung berusaha membuka matanya dan membalas setiap lumatan yang di berikan Jena.
"Sangat manis tapi ada rasa alkoholnya." ucap Jena membatin.
Makin lama, ciuman itu makin liar saja. Jena sedikit kewalahan menerima hasrat yang di berikan Taehyung.
"Mphhh..." tubuh mereka ikut memanas dan tangan Taehyung mulai menyusuri paha mulus Jena. Merasakan sentuhan itu makin naik, Jena langsung mendorong suaminya itu agar menjauh.
"Sudah.. Sudah cukup! Aku.. Aku hanya ingin ciuman tidak lebih." ucap Jena gelagapan tapi pria itu sepertinya sudah terlelap.
"Aku suka bibirnya," gumam Jena kembali mendekati Taehyung.
. . .
Skip . . .
Keesokkan paginya. Taehyung terbangun dan sedikit kaget, pasalnya sekarang Jena ada di pelukannya.
"Apa semalam aku tidur memeluk anak badak ini?" gumam Taehyung berusaha mengingat tapi kepalanya terasa sakit.
"Dia manis juga saat tertidur." Taehyung mendekatkan wajahnya perlahan dan berniat memberi kecupan pada bibir Jena.
"Bapak mau nyium aku yah?"
"Akhh!!" Taehyung terkejut hingga jatuh dari atas ranjang. Bibir mereka baru saja ingin menyatuh tapi karena Jena yang tiba-tiba membuka matanya membuat Taehyung benar-benar kaget.
"Awkh!"
"Ayo ngaku, bapak mau nyium aku kan? Ayo ayo." goda Jena tapi Taehyung hanya diam memegangi belakangnya yang sakit akibat terjatuh.
"Cih! Kepedean! Aku gk tertarik nyium moncong badak yah."
"APA!!"
Taehyung terkekeh dan bergegas ke kamar mandi, sedangkan Jena terlihat kesal seperti ingin memukulnya.
"Enak aja ngatain mulut aku kek badak. Dasar keledai jantan!" kesal Jena sambil memayunkan bibirnya.
. . .


Part4


. . .
Taehyung menanggalkan pakaiannya hingga hanya tersisah celana dalamnya saja. Ia memandangi wajahnya pada pantulan cermin.
"Kenapa bibirku terlihat tidak seperti biasa?" ucap Taehyung sambil mengusap bibirnya yang sedikit lebih tebal dari ukuran biasanya.
"Apa ini perbuatan Jena? Wah.. Gadis itu memang meresahkan." Taehyung mengambil handuk lalu melilitkannya pada pinggangnya.
Ia berjalan cepat keluar dari kamar mandi.
Brak!
"Ya!! Apa yang sudah kau lakukan padaku semalam!!" tanya Taehyung penuh penegasan tapi Jena hanya menatapnya datar dari atas ranjang.
"Aish! Kau--"
"Aku menciummu, kenapa?" potong Jena dengan santainya.
"Apa!! Kau benar-benar mesum! Kenapa kau menciumku!!"
"Yah bapak kan gk mau nyium aku, yaudah aku pake cara lain biar bisa ciuman sama bapak."
Taehyung menggelengkan kepalanya. Ia sangat geram mendengar jawaban Jena itu.
"Aish! Aku akan memberimu pelajaran." Taehyung berjalan mendekati Jena tapi tiba-tiba handuknya melorot dan jatuh ke lantai.
Deg...
Taehyung terdiam mematung sedangkan Jena bukannya berteriak, ia malah terus memandangi tubuh Taehyung dengan saksama.
Gluk!
"Wow.."
Melihat ekspresi Jena yang aneh membuat Taehyung buru-buru memakai handuknya.
"A-apa yang kau lihat!! Dasar mesum!!" ucapnya gelagapan lalu segera kembali ke kamar mandi.
. . .
Jena masih diam saja. Ia tak percaya barusaja melihat pemandangan yang sangat langkah tepat di hadapannya.
"Gila! Ternyata punya pak dosen besar juga yah." gumam Jena sambil menatap area bawahnya. "Kira-kira muat gk yah?"
Entahlah sekarang pikiran gadis itu sedang melayang-layang.
"Akh! Sial! Sadar Jena sadar!!" Jena memukul kepalanya sendiri untuk mengembalikan kesadarannya.
"Kok aku jadi penasaran yah, gimana bentuknya? Aku mampu nahan gk yah? Wah... Pak dosen meresahkan!" gumam Jena sambil menggigit bibir bawahnya.
. . .
Skip . . .
Setelah selesai bersiap dan sarapan. Taehyung langsung mengantar Jena ke sekolahnya.
Pip... Pip... Pip..
"Ayo sana turun! Belajar yang bener, jangan rayu guru kamu. Inget! Aku bayar uang sekolah kamu itu--"
"Iya iya! Diam bawel!" potong Jena sinis.
"Yaudah, sana keluar!"
Jena memutar bola matanya lalu keluar dari mobil suaminya itu.
Dap!
Di tutupnya pintu mobil dengan kasar lalu berlari masuk ke kompleks sekolah.
. . .
"Huftt... Males banget sekolah!" gerutu Jena sambil menendang-nendang rumput.
"Ikan gepeng!!" panggil seseorang dari belakang Jena.
Gadis itu berbalik menatap seorang pria yang berlari ke arahnya.
Grep!
Barusaja berpelukan tapi Jena langsung mendorong pria itu.
"Apa sih! Gk usah Peluk-peluk!"
"Yah kangenlah, emang kamu gk kangen sama aku?" tanyanya. Ia Beomgyu, Sahabat kecil Jena dan mereka selalu bersama seperti saudara kandung.
"Ish! Ayo ke kelas."
"Em tunggu," tahan Beomgyu.
"Apa lagi?"
"Bagaimana suamimu? Apa dia sudah romantis?"
"Cih! Jangan bicarakan dia. Lagipula, kami memang berstatus menikah tapi kami tidak saling mencintai." ketusnya.
"Ah... Tapi--"
"Sudahlah! Apa Ice Rabbitku sudah datang sekolah?"
"Hum, dia datang kemarin tapi kau tidak datang."
"Yasudah, ayo kita ke kelas sekarang!" Jena beranjak pergi tapi lagi-lagi Beomgyu menahannya.
"Apa lagi??"
"Jena-ya, apa kau masih ingin mengejar pria itu? Kau kan sudah menikah. Lagipula dia juga sudah menolakmu 5 kali, dan--"
"Udah cukup! Aku harus mendapatkannya dulu, baru aku akan berhenti mengejarnya." smirk Jena sambil berlari meninggalkan Beomgyu.
"Apa maksudnya? Ia ingin mendapatkan apanya?" gumam Beomgyu berpikir keras.
. . .


Part5



Skip . . .



Kini pelajaran pertama sudah di mulai. Jena tidak fokus belajar, ia terus melirik pria yang selalu di panggilnya Ice Rabbit. Pria itu adalah ketua osis di sekolahnya dan mereka juga teman sekelas.



"Huftt... Bagaimana caranya agar aku bisa mendapatkannya?" gumam Jena pelan.



"Jungkook, ayo selesaikan soal di depan." ucap bu guru dengan perintah. Jena kembali menoleh dan menatap pria itu. Namanya Jeon Jungkook. Dia pria yang sangat tampan tapi juga dingin.



Jungkook berdiri dari tempat duduknya lalu maju ke depan untuk mengerjakan soal yang di berikan bu guru.



KRING!!

lonceng berbunyi pertanda pelajaran berakhir dan waktunya untuk istirahat.



Semua siswa/siswi berlarian keluar dan hanya tersisah Jena dan Beomgyu saja.



"Dimana dia? Ya! Kukang, apa kau melihat ice rabbitku?"



Beomgyu menggeleng dengan malas. "Kenapa kau tanya padaku? Apa matamu sudah katarak?"



"Ish! Nyebelin banget sih!" Jena menghentakan kakinya dan berlari keluar mencari Jungkook.



. . .



Semua tempat sudah ia kunjungi, mulai dari rooftop sampai ke kantin, tapi Jungkook tetap tidak ada di sana.



"Huft.. Kenapa para pria sangat sulit untuk di temukan? Apa itu kebiasaan mereka? Selalu menghilang!" gerutu Jena kesal. "Aish! Aku lupa, satu tempat lagi. Dia pasti ada di sana!"



Jena kembali berlari dan segera menuju ke perpustakaan. Ia sangat yakin kalau Jungkook ada di sana.



Tap!

Tap!

Tap!



Benar saja. Pria itu sedang sibuk memilih buku yang ada di rak. Jena merapihkan pakaiannya lalu mendekati pria itu.



"Annyeong!"



Jungkook hanya diam. Ia bahkan tidak menghiraukan sapaan Jena.



"Hello! Sawadikap! Woy!"



"Kau butuh sesuatu?" Jungkook berbalik dengan tatapan dinginnya.



"Em.. Kau.. Kau sudah makan?"



"Bukan urusanmu." Jungkook berlalu pergi begitu saja tapi Jena tak mau menyerah dan berusaha mengejarnya. Karena tidak memperhatikan jalan, ia tersandung pada tumpukan buku di lantai.



Bhuk!



"Awkh!"



Jungkook berbalik dan kembali menghampiri gadis itu. "Kau baik-baik saja?"



Jena terlihat meringis dan lututnya memar.



"Ayo, aku akan membawahmu ke UKS." ucapnya sambil membopong gadis itu.



Jena tersenyum menang. Sepertinya ini waktu yang tepat untuk melancarkan aksinya.



. . .



Ceklek~~



Jungkook mendudukan Jena di tepi ranjang lalu mengambil salep untuk mengobati luka memarnya.



"Akh.."



"Sakit?"



"Hum!" Jena mengangguk dan terus memperhatikan bibir Jungkook yang sangat menawan.



"Sudah, nanti memarnya akan perlahan hilang. Aku akan pergi sekarang." Jungkook bangkit dan beranjak pergi tapi Jena menahannya. Di tariknya pria itu ke atas ranjang hingga ia terduduk paksa.



"Jungkook-ah, kenapa kau menolakku hah? Apa aku tidak menarik bagimu?" Jena mendekati pria itu dengan tatapan sayunya. Suaranya yang lembut dan tangannya asik mengelus dada bidang milik Jungkook.



Jungkook masih diam menerima perlakuan Jena. Jujur, sebenarnya tubuhnya bergidik dan sudah pasti tegang. Ia hanya pria biasa, mana mungkin tidak bereaksi dengan sentuhan gadis di depannya ini.



"Jena-ya, kau ini kenapa? Aku sudah bilang. Aku tidak tertarik dalam dunia percintaan, jadi menepihlah dari hadapanku." Jungkook menepis tangan Jena tapi gadis itu kembali meremas krak baju miliknya.



"Aku juga bisa kasar. Kau ingin melihatnya?" Jena melepas kuncirannya hingga rambutnya terurai, itu menambah aura sexy di wajahnya.



"Apa aku terlalu berlebihan? Ah.. Sudahlah, aku harus mendapatkan pria ini dulu." ucap Jena membatin.



. . .

Part6


. . .

Gluk!
Jungkook menelan salivanya dengan susah. Ia tidak bisa menahan godaan itu lagi.

"Kau mau?" tanya Jena selembut mungkin. Ia bergeser mendekat sambil tersenyum menatap Jungkook.

Bhuk!
Jungkook terbaring tanpa perlawanan, akibat dorongan Jena. Entahlah, sekarang pikirannya sudah tidak jernih lagi. Ia ingin sesuatu yang lebih dari Jena.

"Cih! Ternyata menggoda pria itu sangatlah mudah, wah... Aku tidak percaya ini!" ucap Jena membatin. Ia ikut berbaring menindih tubuh Jungkook dan sebelah kakinya berada di antara kedua kaki pria itu.

"Mphhh..." tak perluh menunggu lama. Jena langsung melancarkan aksinya. Ia mengecup bibir pria itu dan sedikit menyesapnya.

"Anghh.." desahan keluar dari bibir Jungkook, pasalnya Jena tanpa sengaja menggerakan kakinya hingga menyentuh area bawah pria itu.

"M..maaf,"

Jungkook tersenyum dan mengganti posisi mereka. Ia kembali melumat bibir Jena sambil saling bertukar saliva.

"Mphh... Eumhh.."

Jena sedikit kaget dengan sikap Jungkook yang dingin tiba-tiba berubah panas seperti itu.

Makin lama, ciuman itu makin tak terkendali. Kedua kaki Jena menekuk hingga roknya tersingkap ke atas dan menampakkan short hitamnya.

"Aish! Aku tidak ingin lebih dari ciuman. Aku harus menghentikan ini," ucapnya membatin. Ia berusaha melepas pangutan mereka tapi pria itu terus memperdalam ciumannya.

Tangan Jungkook pun mulai nakal lalu turun dan mengelus area feminin Jena.

"Ahhh... Jung, apa yang.."

"Diam saja," bisik nya sambil memainkan jarinya dengan pelan.

"Ahhh.. Sial! Aku harus bagaimana sekarang? Ternyata pria ini lebih liar dari yang ku bayangkan." batin Jena ingin merapatkan pahanya tapi Jungkook makin menekan area feminimnya hingga ia meracau tak karuan.

"Ahhhh..."

KRING!!!
lonceng berbunyi. Pertanda pelajaran kedua akan segera di mulai.

Jungkook menghentikan aktivitasnya sambil menatap Jena.

"Su-sudah masuk! Minggir!" gadis itu mendorong Jungkook lalu merapihkan pakaiannya. Ia benar-benar legah karena bunyi lonceng menyelamatkan kesuciannya.

"Aku pergi," Jena beranjak keluar tapi Jungkook menahannya. Di tariknya gadis itu ke hadapannya.

"Ini belum berakhir. Kau yang memulai semua ini, jadi jangan harap aku akan melepaskanmu." ucap Jungkook membuat kedua mata Jena membulat.

"Hahahaha pasti becanda kan?" Jena berpura-pura tertawa dan berlari meninggalkan Jungkook.

"Kau akan menyesal karena sudah mengajakku seperti ini."

. . .

Skip . . .

Jena terus berlari hingga dari kejauhan ia melihat Beomgyu yang baru saja dari kantin.

"Beomgyu! Sayangku!" teriaknya segera menghampiri pria itu.

"Kau--" belum sempat berucap, Jena langsung menariknya menuju ke bawah tangga rooftop.

. . .

"Ya! Kau ini kenapa?"

"Astaga demi kerang!! Kau tau, aku sudah mendapatkannya!! Akh!!!" Jena berteriak kegirangan tapi Beomgyu masih tidak mengerti.

"Siapa? Apa yang kau dapatkan?"

"Em, kau tau? Aku baru saja berciuman dengan Jungkook."

"APA!!"

"Eoh! Aish, aku benar-benar tidak percaya! Tapi dia menyentuhku juga." ucap Jena sambil menggembungkan kedua pipinya.

"Jena-ya, apa kau sudah tidak waras? Kenapa kau lakukan itu! Astaga demi elsa projen." Beomgyu terlihat frustasi sedangkan Jena hanya senyum-senyum tak jelas.

"Em, kau tau kan... Aku sudah mengejarnya dari kelas 1 SMA. Aku menembaknya 5 kali tapi dia tidak mau menerimaku, jadi ciuman ini aku anggap sebagai hadiah untuk perjuanganku saja. Dan aku juga sudah tidak mencintainya, kau tidak perluh khawatir." jelas Jena pelan.

"Huft... Jena-ya, kau hanya akan membawah masalah dalam hidupmu. Kau bilang tadi dia menyentuhmu, di bagian mananya?" tanya Beomgyu risau.

"Bawah.." bisik nya di telinga Beomgyu.

"APA! Kau--"

"Sthh, dengarkan aku dulu. Aku tidak tau kalau itu akan terjadi, aku pikir dia kan Dingin jadi mana mungkin dia bisa liar tapi ternyata..." Jena menjedah ucapannya membuat Beomgyu makin penasaran.

"Ternyata apa!?"

"Em, dia sangat liar."

"Astaga, Ya! Bagaimana jika suamimu tau semua ini? Dia pasti akan sangat marah padamu."

"Em, aku tau. Tapi kau kan sahabatku, jadi jangan beri tau yah pliss.." pintah Jena sambil menarik-narik seragam Beomgyu.

"Baiklah, tapi jangan lakukan hal gila itu lagi. Kau mengerti?"

"Hum! Aku tidak akan melakukannya lagi. Aku janji!" balas Jena mengangguk.

"JENA!!"

Gadis itu membulatkan matanya saat mendengar suara serak yang memanggilnya. Itu Jungkook.

Dengan cepat ia menarik Beomgyu untuk bersembunyi dari pria itu.

"Kenapa dia mencariku?" ucap Jena membatin.

. . .

ArtikelinfoduniaCeritaCerita FiksiCerbungCerpenFunfictionKPOP
×

  • expos
  • bagikan
  • malsa
  • listHD
  • night
×

bagikan

×

×

bagikan

×

2 0 0 0 0 0
2

Ilusi Optik Menggunakan Tubuh...

Seniman wanita Dain Yoon menjadi viral belakangan ini di media sosial lantaran karya seninya yang ti...[±218 kata]

×

×

bagikan

×

1 0 0 0 0 0
1

Jamur kuping atau biasa di sebut “lember” ...

Jamur kuping atau biasa di sebut “lember” oleh masyarakat sunda adalah jenis jamur yang...[±1289 kata]

×

×

bagikan

×

1 0 0 0 0 0
1

Pendaki Everest diharuskan angkut 8 Kg sampah ketika turun Gunung, Karena ini ...

Pemerintah Nepal menerapkan kebijakan keras untuk menjaga kebersihan Gunung Everest, puncak tertingg...[±202 kata]

×

×

bagikan

×

4 0 0 0 0 0
4

Tree shaping teknik pembentukan pohon...

Tree shaping atau Pembentukan pohon (juga dikenal dengan beberapa nama alternatif lainnya) menggunak...[±434 kata]

×

×

bagikan

×

4 0 0 0 0 0
4

Ladang Kubis yang Terlihat Seperti Sarang Telur Alien...

Foto-foto yang tampak seperti adegan Alien yang menampilkan puluhan ‘telur xenomorph’ ya...[±331 kata]

×

×

bagikan

×

2 0 0 0 0 0
2

Inilah Tanaman Sukulen Bernama Lapidaria Margaretae...

Di tengah hobi berkebun yang sedang menjamur, tanaman hias semakin diminati. Salah satunya adalah su...[±92 kata]

×

×

bagikan

×

4 0 0 0 0 0
4

Baby Chanco, bayi dengan rambut terlebat...

Banyak orang yang melakukan berbagai cara untuk membuat rambutnya terlihat lebih tebal, lembut dan i...[±221 kata]

×

×

bagikan

×

1 0 0 0 0 0
1

Agen Slot Online Deposit Via Pulsa Tanpa Potongan 2021...

ZEUSBOLA | Daftar Situs Judi Slots Online No.1 Paling dipercaya Judi online jadi salah satunya lang...[±1849 kata]

×

×

bagikan

×

4 0 0 0 0 0
4

Di pakistan terdapat pohon yang ditahan lebih dari 120 tahun...

Menurut Daily Sabah, sekitar 121 tahun lalu, tepatnya pada 1898 seorang perwira Inggris James Squid...[±245 kata]

×

×

bagikan

×

4 0 0 0 0 0
4

Madu Centauri, Madu Termahal Di dunia...

Madu Centauri asal Turki telah memecahkan rekor sebagai madu termahal di dunia. Madu yang berasal da...[±202 kata]

×

×

bagikan

×

3 0 0 0 0 0
3

Ada Cumi Vampir di Laut Dalam, Pengisap Darah? ...

Di laut dalam ada spesies cumi-cumi yang disebut cumi-cumi vampir. Sudah lama ilmuwan ingin tahu bag...[±124 kata]

×

×

bagikan

×

4 0 0 0 0 0
4

MENIKAH DENGAN DOSEN Part 1-6...

Judul: MENIKAH DENGAN DOSENCast: Kim Taehyung x Lee JenaGenre: Komedi - Mature? - Drama - Romance -...[±3018 kata]

×

×

bagikan

×

4 0 0 0 0 0
4

Bursa Kripto NKRI Lahir Tahun Ini, Investor Kripto Siap-siap...

Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan membentuk bursa kripto pada akhir tahun. Bursa itu merupakan...[±200 kata]

×

×

bagikan

×

4 0 0 0 0 0
4

Rontgen Tak Sengaja Menemukan Sinar-X dan Sempat Dianggap Hoaks...

Ketika penemuan sinar-X diumumkan pada akhir 1895, Lord Kelvin--ketika itu Presiden Royal Society In...[±302 kata]

×

×

bagikan

×

4 0 0 0 0 0
4

Ekosfer, Lapisan Atmosfer Bumi Paling Luar...

Eksosfer adalah lapisan atmosfer terluar dari rangkaian atmosfer bumi. Lapisan ini memisahkan atmosf...[±328 kata]

×

×

bagikan

×

4 0 0 0 0 0
4

Bolos Kerja Selama 15 Tahun dan Tetap Digaji Rp 9,4 Miliar...

Seorang pegawai rumah sakit di Italia ditangkap polisi karena dituding membolos kerja dan tetap diga...[±163 kata]

×

×

bagikan

×

4 0 0 0 0 0
4

Meski Terlihat Aneh, Makhluk Hidup ini Nyata dan Ada di Sekitar Kita...

Sekilas, satwa ini terlihat tidak lazim, mirip dengan makhluk-makhluk imajiner. Namun siapa sangka,...[±371 kata]

×

×

bagikan

×

3 0 0 0 0 0
3

A MARRIAGE part 1-15...

PROLOG [Pernikahan Paksa]Title: a marriageCast: Min Yoongi x Kim AecaGenre: Konflik, kekerasan, roma...[±20441 kata]

×

×

bagikan

×

3 0 0 0 0 0
3

POSSESIVE HUSBAND (PART 1- 10)...

Kim Taehyung & Jung AeraGenre: Romance, adult, konflikCast: BertambahWriter by: Soo Yeon Luxt 0...[±10724 kata]

×

×

bagikan

×

3 0 0 0 0 0
3

MARRIAGE CONTRACT! (PART 1-9)...

PROLOG ? HAPPY READING ?Aku melihat sebuah buku, seragam sekolah dan yang lainnya yang berhubungan...[±9222 kata]

×

×

bagikan

×

4 0 0 0 0 0
4

Salahsatu Bintang Tertua Sejagat Ditemukan...

Penelitian dilakukan dengan menganalisis kelimpahan unsur kimianya, yang mana tampaknya bintang ini...[±278 kata]

×

×

bagikan

×

    Tidak Ada/kosong
    kemungkinan belum ada expos, expos telah dihapus maupun kesalahan sistem
×

0 0 0 0 0 0

Berkenalan Dengan 12 Jenis Syngonium...

Kali ini bercocok akan ngebahas beberapa jenis si cantik Syngonium, karena jenisnya banyak sekali ad...[±23 kata]