× -language-

×

view_list1.png Article     view_masonry.png Gallery     view_list2.png Videos    
×
  • url:
×
×
×
2 0 0 0 0 0
2
   ic_mode_light.png
SANDNES, NORWEGIA,

Dunia pertanian global tengah digemparkan oleh temuan teknologi baru asal Norwegia yang diklaim mampu mengubah tanah gurun yang tandus menjadi lahan subur siap tanam hanya dalam hitungan jam. Inovasi luar biasa ini dikembangkan oleh perusahaan agritech Desert Control, melalui teknologi yang mereka sebut Liquid Natural Clay (LNC) atau tanah liat cair alami.

Menurut laporan resmi dari Business Norway, teknologi LNC ini bekerja dengan mencampurkan tanah liat alami ke dalam air dan kemudian menyemprotkannya langsung ke permukaan tanah berpasir. Proses tersebut menciptakan lapisan mikro yang membungkus partikel pasir, membuatnya mampu menahan air dan nutrisi, sehingga tanah yang sebelumnya kering dan tandus bisa berubah menjadi media tanam produktif.

Lebih mengejutkan lagi, perusahaan ini mengklaim bahwa transformasi tersebut dapat terjadi hanya dalam waktu sekitar tujuh jam setelah proses aplikasi. Dengan efisiensi air hingga 50 persen lebih hemat dibanding irigasi biasa, teknologi ini digadang-gadang sebagai terobosan besar dalam menghadapi krisis pangan dan kekeringan global.

Uji coba pertama Desert Control dilakukan di Timur Tengah dan Arizona, Amerika Serikat, dua wilayah yang terkenal kering dan sulit ditanami. Hasilnya, sejumlah area yang sebelumnya tidak bisa menumbuhkan tanaman kini berhasil menumbuhkan berbagai jenis sayuran dan tanaman pangan. “Kami telah melihat hasil nyata di lapangan. Air yang biasanya cepat terserap kini bisa bertahan lebih lama di lapisan atas tanah,” ungkap Ole Kristian Sivertsen, CEO Desert Control, dalam wawancara yang dikutip dari Business Norway.

Teknologi ini tidak hanya dianggap ramah lingkungan, tetapi juga mendapat pengakuan dari OMRI (Organic Materials Review Institute) di Amerika Serikat, yang menilai bahwa produk LNC aman digunakan dalam praktik pertanian organik. Hal ini membuka peluang besar bagi penerapan metode ini di berbagai negara, termasuk wilayah tropis yang menghadapi degradasi lahan akibat deforestasi dan perubahan iklim.

Namun, di balik euforia ini, sejumlah ahli mengingatkan bahwa masih diperlukan penelitian jangka panjang untuk memastikan dampak ekologis dari penggunaan LNC dalam skala luas. Meski begitu, sebagian besar peneliti sepakat bahwa teknologi ini menjadi salah satu inovasi paling menjanjikan dalam upaya mengubah gurun menjadi lahan produktif dan mengatasi ancaman krisis pangan dunia.

Jika terbukti efektif secara berkelanjutan, teknologi asal Norwegia ini berpotensi merevolusi sistem pertanian dunia. Bayangkan: wilayah kering seperti Timur Tengah, Afrika Utara, hingga sebagian besar gurun di Asia dapat menjadi ladang hijau yang menghasilkan bahan pangan bagi jutaan orang.

Apakah ini langkah pertama menuju era baru di mana gurun bisa menjadi sumber kehidupan? Waktu yang akan menjawabnya.

Sumber:

Business Norway – “Desert Control makes degraded soil arable again” (businessnorway.com)
Desert Control – “Liquid Natural Clay approved for use in compliance with the USDA National Organic Program” (desertcontrol.com)
Singularity Hub – “A Norwegian Startup Is Turning Dry Deserts Into Fertile Cropland” (singularityhub.com)

#TeknologiPertanian #DesertControl #Norwegia #TanahLiatCair #LahanSubur #RevolusiHijau #InovasiGlobal #KrisisPangan #Sustainability #PertanianMasaDepan #InovasiHijau

❮ previous
next ❯
infodunia
+

banner_jasaps_250x250.png
<<
login/register to comment
×
  • ic_write_new.png expos
  • ic_share.png share
  • ic_order.png order
  • sound.png malsAI
  • view_masonry.png grid
  • ic_mode_light.png light
× share
    ic_posgar2.png x.png tg.png wa.png link.png
  • url:
× order
ic_write_new.png ic_share.png ic_order.png sound.png view_grid.png ic_mode_light.png ic_other.png
+
ic_argumen.png